Rabu, 04 Agustus 2010

MUTU MENGAJAR DAN FILOSOFI MENGAJAR

Dari segi kualitas “ilmu” sebenarnya pendidikan di Indonesia sangat baik. Namun perlu dicermati lebih teliti, para pembuat peringkat umumnya menetapkan standar penilaian yang lebih ketat pada beberapa indikator dan bukan hanya “ilmu”. Indikator-indikator yang memiliki bobot paling tinggi antara lain:
1. Kualitas dan kuantitas hasil penelitian terapan.
2. Publikasi pada jurnal-jurnal ilmiah.
3. Partisipasi ilmuwan PT pada forum ilmiah di tingkat internasional.
4. Fasilitas belajar, terutama perpustakaan.
5. Terserapnya lulusan ke lapangan pekerjaan.
Bukan kerjasama yang menjadi modal utama utama untuk meningkatkan kualitas, namun sumber daya manusia yang “sadar akan profesi” dan mau bekerja keras. Itulah modal utama perguruan tinggi atau lembaga pendidikan lain untuk keluar dari “lubang kegelapan”.
Selain itu, pemimpin dengan komitmen yang tinggi dan berpikiran progresif menjadi kunci utama keberhasilan peningkatan mutu. Kita tidak boleh merasa berkecil hati dengan peringkat yang rendah karena yang tahu persis kualitas dan mutu pendidikan kita adalah bangsa kita sendiri. Namun, yang sangat diharapkan adalah tenaga pendidik kita memiliki kesadaran yang tinggi untuk juga turut ambil bagian dalam “evaluasi diri” dan peningkatan kualitas, sebab peningkatan kualitas bukan hanya penting di kalangan siswa atau mahasiswa yang kita didik saja.
Membicarakan indikator penetapan ranking perguruan tinggi seperti yang ditetapkan (QS) jelas yang memegang peranan penting sebenarnya adalah para “agen perubahan”, yaitu “pemimpin”. Semua civitas kampus, terutama dosen dan staff adalah agen-agen perubahan. Mahasiswa dan siswa akan terbiasa dengan budaya belajar, jika dosen dan sesepuhnya juga rajin belajar dan mengembangkan ilmu.

Guru memiliki Filosofi Mengajar
Untuk mendukung terwujudnya guru sebagai agen perubahan, setiap guru seharusnya memiliki filosofi mengajar, karena filosofi ini akan melandasi usaha-usahanya sebagai seorang guru dalam melaksanakan tugas dengan baik. Filosofi mengajar merupakan pernyataan yang jelas mengenai keyakinan seorang guru, secara khusus mengenai kegiatan mengajar dan pendidikan; secara umum mengenai pendidikan. Supaya filosofi pengajaran tersebut dapat digunakan ketika diperlukan, guru sebaiknya menuliskan filosofi tersebut di kertas. Dengan adanya perkembangan teknologi, guru juga dapat menuliskan dan menyimpan filosofi pengajarannya pada dokumen elektronik di komputer ataupun di web.

Filosofi pengajaran
seorang guru biasanya terdiri dari satu sampai dua halaman. Pernyataan mengenai filosofi pengajaran mencakup: apa yang diyakini oleh guru sebagai kegiatan pengajaran dan pendidikan?; mengapa guru meyakini kegiatan tersebut?; dan deskripsi singkat mengenai kegiatan implementasi keyakinan tersebut di dalam kelas. Pernyataan-pernyata an tersebut tidak perlu dijabarkan secara rinci, cukup mengenai elemen-elemen kunci saja dan faktor-faktor yang dapat diidentifikasi dengan jelas dari keyakinan sebagai guru. Jika ingin dikembangkan, dalam filosofi pengajaran dapat dituangkan juga aspek-aspek mengenai manajemen kelas.

Filosofi pengajaran merupakan salah satu komponen yang sangat penting di dalam portofolio seorang guru. Guru yang memiliki filosofi pengajaran, jelas memiliki rambu-rambu yang jelas di dalam menjalankan tugasnya. Filosofi pengajaran dapat dianalogikan sebagai “Dasar Negara”, karena di dalam filosofi tersebut tercantum segala aspek yang ideal dari seorang guru dan usaha-usaha yang direncanakan oleh guru tersebut untuk mencapainya dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Filosofi pengajaran tidak hanya penting dibuat oleh seseorang yang akan mencari pekerjaan, tetapi wajib dimiliki oleh setiap guru. Filosofi ini harus mendampingi daftar riwayat karir seorang guru. Perbaikan dan penyempurnaan terhadap dokumen ini perlu dilakukan guru sebagai bagian dari evaluasi diri untuk penyempurnaan pelaksanaan tugas dan peningkatan kinerja.
Pertanyaan-pertanyaan berikut ini dapat dijadikan sebagai panduan untuk mengembangkan filosofi pengajaran:
1. Apa yang akan dikatakan oleh siswa mengenai pengajaran Anda?
2. Apa pendapat supervisor atau pimpinan mengenai pengajaran Anda?
3. Apa kegiatan paling baik yang pernah Anda lakukan sebagai seorang guru? Mengapa Anda menganggap hal itu paling baik? Bagaimana Anda berusaha membuat kegiatan tersebut menjadi paling baik?
4. Apa kegiatan paling buruk yang pernah terjadi selama Anda mengajar? Mengapa itu
bisa terjadi dan bagaimana cara Anda mengatasinya?
5. Bagaimana cara Anda memberikan motivasi kepada siswa?
6. Apa pendapat Anda mengenai penilaian? Bagaimana cara Anda membuat keputusan untuk memberikan nilai pada siswa?
7. Menurut Anda apa yang menjadi cirri-ciri seorang siswa yang sukses dalam belajar?
8. Apa saja yang telah Anda lakukan untuk meningkatkan profesionalisme? Apa yang Anda
harapkan dapat Anda lakukan di kemudian hari untuk itu?
9. Menurut Anda apa yang membuat seorang guru menjadi hebar?
10. Apa yang menjadi minat Anda ketika belajar dan mencari tahu hal-hal baru?
11. Apa yang dapat dilakukan seorang guru untuk meningkatkan kualitas pengajarannya?
12. Apa masalah yang menjadi perhatian utama Anda terhadap pengajaran? Apa yang akan Anda lakukan terhadap masalah tersebut?
13. Menurut Anda bagaimana cara seseorang belajar (matapelajaran yang Anda ajar) dapat
sukses/berhasil? Bagaimana kegiatan mengajar di kelas dapat membantu mencapai
kesuksesan tersebut? Apakah materi pelajaran yang diberikan mendukung kesuksesan tersebut?
14. Bagaimana caranya siswa dapat meningkatkan kemampuan dalam aplikasi bahan-bahan yang telah Anda ajarkan?

Hery Yanto menyatakan bahwa Komponen-komponen Filosofi Pengajaran sebagaimana Wolfe-Quintero and Brown, J.D. (1998, Teacher Portofolios. TESOL Journal, 7 (6) jelaskan, yaitu;
1. Tanggung jawab dan peran guru.
2. Tanggung jawab dan peran guru
3. Tanggung jawab dan peran siswa
4. Keseimbangan belajar dan aplikasi hasil belajar
5. Definisi guru mengenai pendidikan dan pengajaran
6. Definisi guru mengenai pendidikan dan pengajaran [bidang ajaranya]
7. Hubungan pengajaran [bidang ajar] dengan perkembangan lingkungan (daerah, nasional, internasional)
8. Garis besar konten [bidang ajar]
9. Makna pengajaran (ide-ide kreatif siswa, minat, perhatian, dan masalah)
10. Kebutuhan siswa
11. Dinamika kelas.
12. Afektif dan emotional dalam pengajaran
13. Evaluasi
14. Fleksibilitas dalam pelaksanaan tugas (cara megatasi masalah, tantangan, hambatan)
15. Teori dan praktik yang telah atau akan dilaksanakan
16. Kelas sebagai lingkungan belajar
17. Peran guru (pengajar vs pembimbing/mentor)
18. Gaya belajar
19. Cara menarik perhatian siswa terhadap materi pelajaran
20. Keprihatinan refleksi, dan usaha pengembangan diri sebagai guru
21. Disiplin.
22. Laporan
23. Motivasi
24. Ideal vs Kenyataan
25. Refleksi terhadap hal-hal praktis di dalam pengajaran

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar